bird

1/11/2013

Morphology subject


   Morphology adalah salah satu mata kuliah gue di semester 3 ini. jadi, didalemmorphology ini kita akan menguak abis asal muasal dari structure kata berasal. Awalnya rada ngejelimet dapet mata kuliah ini, soalny apas semester 1 serada masih bingung waktu dikasih mata kuliah Introduction to linguistic karena di dalam bukunya pun ga menguak jelas apa isi materinya melainkan hanya sebagian kecil dan hanya bagian-bagian terpentingnya saja yang terdapat di buku tersebut, jadi gue yang baru jadi mahasiswa baru, saat semester 2 lalu sempet bingung dan belum mengerti sepenuhnya. tapi sekarang alhamdulilah sudah jelas, bersyukur dapet dosen yang seperti beliau. Dia bernama Mr. David. Salah satu ciri khas beliau adalah, perawakan yang kurus tinggi, badannya terlihat slim lah yah dan salah satu ciri-ciri yang sangat khas dari dirinya adalah belahan rambutnya yang wow.  Jadi dia itu punya belahan rambut yang memikat sebagian besar mahasiswanya hingga sering jadi bahan cadaan kita semua. Terlebih kalo suatu hari belahan rambut beliau berpindah posisi menjadi kesamping karena sebenarnya posisi belahan rambut beliau berada di tengah. haha sungguh sangat karismatik dosen gue yang satu ini.

   Disini gue akan menguak serta mengobrak-abrik sebagian kecil yang ada di materi morphology selama semester 3 ini. Struktur pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan kroni-kroninya, mempermainkannya seperti seorang matematikawan berlevel genius asyik berkutat dengan angka-angka.
   Gue senang banget mengutak-atik struktur kata baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.Tiap kali menemukan, teringat, atau tertarik pada suatu kata, segera gue bongkar kata tersebut sampai menemukan root-nya. Tak sampai di situ, gue jelajahi lagi, gue cari tahu kelas katanya, dan mencoba mengombinasikannya dengan imbuhan-imbuhan sehingga membentuk kelas kata yang lain. Kemudian gue bongkar-pasang imbuhannya dengan hanya memberikan awalan saja, lalu mengembalikan ke dalam bentuk dasarnya dan diberi akhiran saja, kemudian diberi kedua-duanya, dan mencari tambahan imbalan lain jika masih mungkin. Gue lakukan hal ini baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Saat itu sebuah kata muncul ke permukaan pikiran gue, "nasional". Gue pikirkan tentang asal mula kata tersebut. "Nasional" merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, national. Gue meyakini, biasanya kata-kata dalam bahasa Inggris yang diakhiri dengan bunyi al adalah kata sifat. Suara al tersebut gue yakini adalah sebuah akhiran (-al) yang berfungsi membentuk kata sifat. Sebelum menjadi kata sifat, tentu kata tersebut bukanlah kata sifat. Gue coba menghilangkan akhiran-al dalam kata tersebut, sehingga hanya menjadi nation. Nation berarti bangsa. Benar dugaan gue. Kata nation tersebut memiliki kelas kata benda (nomina), atau dalam bahasa Inggris kita menyebutnya noun.

Berarti rumusnya: nation (noun) + (-al) = national (adj)
Lihat lagi: profession (noun) + (-al) = professional (adj)
Colony (noun) + (-al) = colonial (adj)
Controversy (noun) + (-al) = controversial (adj)

Berarti, kata national, professional, colonial, controversial, dan sebagainya merupakan kata sifat yang dibentuk karena mendapat akhiran (suffix) (-al). 
   Kata dasar nation bisa diubah-ubah menjadi national, internasional, nationality, nationalism, dan internationalism. Kata profesi bisa diberi suffix-al sehingga menjadi professional. Kata tersebut pun bisa dipersingkat menjadi profess (1 menyatakan; 2 mengakui), meskipun artinya tak sama. Profess bisa menjadi kata professed (terkenal, dikenal), professor (profesor), profesi (profesi). Dari kata professor yang kelasnya adalah kata benda (noun), kita bisa membentuk kata sifat, professorial (sebagai profesor, bersifat profesor) dan kata benda professorship (keprofesoran / jabatan profesor).
Mengasyikkan, bukan? That s an example how I learn English. Begitulah cara gue belajar bahasa Inggris.Yang gue lakukan hanyalah merenung, berpikir, dan berpikir lagi. Di mana pun dan kapan pun gue teringat sesuatu yang terkait dengan bahasa, gue langsung memikirkannya. Di kamar mandi, WC, kamar tidur, pada waktu makan, saat berada di kampus, pokoknya di mana pun gue berada, kapan pun itu, otak gue pasti gue putar untuk hal itu.
   Terkadang gue tergelitik pada sebuah kata yang belum gue ketahui arti dan kelas katanya. Saat itu terjadi, rasanya seperti sastrawan yang dapat ide tapi terhalang untuk menulis. Rasanya tak enak. Bingung tak karuan. Gue menemukannya dalam kamus, dan bila tak ada kamus yang gue temukan, gue memilih untuk berpikir sendiri, membuat asumsi sendiri, baru nantinya gue cocokkan dengan kamus. Tapi ketika kata yang gue temukan benar-benar tak dapat dipikir sendiri dan benar-benar membutuhkan kamus, sedangkan tak satu kamus pun kutemui, ah, tidak .... Rasanya ingin menjerit. Bahkan, efek buruknya, gue jadi kehilangan ketertarikan pada kata tersebut.

I really love this one international language



   Aku adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas negeri di kota serang. Namanya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, atau biasa disebut UNTIRTA. Aku belajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Awalnya aku memang ingin menjadi guru mata pelajaran bahasa Inggris, tapi tak menutup kemungkinan keinginanku melebihi hal itu. Aku pun tak menutup diri untuk menjadi dosen, duta besar, diplomat atau apa pun, sepanjang hal tersebut berkaitan dengan apa yang kutekuni saat ini, suatu hal yang amat kucintai, kukagumi, dan membuatku menemukan diriku: bahasa Inggris. 
Aku memang suka sekali bahasa Inggris. Kulihat bangsa kulit putih di televisi berbicara satu sama lain dengan ungkapan-ungkapan unik mereka, how interesting! 
   Aku ingin sekali menguasai bahasa Inggris lahir-batin - dalam segala aspek. Aku ingin menguasai bahasa Inggris secara profesional maupun scientific. Aku ingin bisa memiliki kemampuan bahasa Inggris untuk jadi seorang steward, broadcaster, receptionist, tour guide, airline staff, sampai medical profession. Aku ingin menguasai segala aspek dalam bahasa internasional itu mulai dari listening, speaking, reading, writing, bahkan rumus-rumus grammar yang paling sulit. Ingin kukuasai seluruhnya, sampai sedetail mungkin. Aku ingin menceburi satuan-satuan bahasa dari yang terkecil sampai terbesar. Dari yang paling kecil, yaitu morfem, suku kata, kata, frasa, klausa, kalimat, hingga paragraf. Sumpah demi apapun, this languange always in my heart.