Heii reader,,, untuk postingan pertama ini aku akan mendescripsikan mengenai diri ku yang baru menjadi newbie, bisa di bilang (MABA) Mahasiswa Baru. Jadi, tepat pada dua tahun yang lalu di 2011, aku baru saja lulus tingkat Sekolah Menengah Atas dari sekolah negeri yang terdapat di daerah ku, sekolah ku ini terbilang favorit makanya kenapa aku putuskan untuk melanjutkan ke jenjang menengah ke sekolah tersebut. Dulu sekolah ku bernama SMAN 1 BALARAJA tapi karena perubahan nama di ganti menjadi SMAN 1 KAB. TANGERANG. Letak lokasinya pun tidak strategis sekali karena bertempat di daerah terminal, yaitu terminal balaraja. Letak yang tidak strategis itu tidak mengurungkan niat ku menuntut ilmu disana, karena niat ku bersekolah adalah mencari ilmu demi mudahnya mengakseskan diriku sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. sempat pesimis untuk mendaftar ke sekolah tersebut karena saat aku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama, SMA NEBAL ini menjadi sorotan para siswa karena terbilang favorit, untuk masuk sekolah tersebut saja kita harus siap bersibuk-sibuk ria, berajin-rajin ria untuk siap dan sigap mengerjakan seabrek tugas. Para siswa yang masuk sana pun sebagian besar adalah seorang siswa yang di anggap pintar, namun hatiku selalu tertuju ke sekolah tersebut, karena saya mempunyai banyak harapan untuk sekolah disana dan melanjutkan prestasi ku di tingkat menengah. Saat SMP saya selalu masuk 3 besar peringkat di kelas tapi pernah juga turun. Saat aku duduk kelas VII SMP, tidak disangka aku mendapatkan peringkat 2 di semester 1 dan 2. Saat kelas VIII aku mendapat peringkat 3 di semester pertama tapi kemudian turun di semester 2 menjadi peringkat 4. Naik turun ranking terkadang membuat ku merasa gentar, panas dan penasaran dengan memasang tanda tanya besar kepada diriku, mengapa mengapa dan mengapa peringkat ku bisa turun, sempat terbesit diriku ingin sekali mencicipi peringkat 1, tapi begitu sulitnya di raih. Kemudian dari rasa risau di kelas VIII, ambisi belajar ku menjadi tepacu bahkan sangat terpacu karena aku tidak mau peringkat ku keluar dari 3 besar teratas, dari kejadian lalu aku begitu keras belajar untuk meningkatkan peringkat ku mendapat tempat teristimewa di tiga besar teratas, walhasil dari kerja keras ku, saat aku kelas IX, aku berhasil menduduki peringkat 3 di semester 1, namun saat semester 2, ini merupakan kenangan yang sangat menyedihkan karena peringkat ku sangat sangat dan sangat anjlok sekali, wew sangat amazing deh pokoknya, gaya diriku yang senga' saat kelas IX dijelaskan pada nilai-nilai ku yang sangat jatoh. Di semester 2 ini, peringkatku turuuunnn banget, coba bayangkan saja, peringkat ku dari ke-3 menjadi ke-9. Ini merupakan kado terburuk ku di akhir tingkat pertama ini. Sempat terbesit, bagaimana nilai ujian nasional ku kalau hasil akhir belajar ku demikian. yah tapi aku berdoa saja, semoga lulus dan mendapat hasil yang maksimal. Nah, dari pengalaman tersebut aku sangat terpacu untuk bersekolah di tingkat menengah yang di bilang kumpulan anak-anak pinter, kalau bisa di bilang aku mempunyai sejuta balas dendam dari hasil akhir di kelas IX lalu. Oleh karena itu, aku putuskan untuk masuk ke Sekolah Menengah Atas di NEBAL. Tiga tahun berlalu, dan ini merupakan saat-saat dimana aku merasa galau, berdiri diatas beberapa pilihan yang membuat aku pusing karena aku ga boleh salah melangkah dalam memilih jurusan kuliah. Awalnya aku berinisiatif untuk mengambil jurusan seni tari di IKJ atau Universitas di Jogja, tapi apalah daya, keinginanku di patahkan oleh kedua orang tua ku yan gbagi mereka kalau aku hanya menjadi seorang penari, pekerjaan tersebut tidak akan membawa kesejahteraan di masa depan, yah namanya juga mamah lebih menyukai dan mengharuskan aku ambil jurusan pendidikan, yasudahlah aku mengambil jurusan tersebut. Tapi, lagi-lagi galau karena ada 2 jurusan yang harus aku pilih, dan lagi-lagi keinginan mamah dan aku selalu bertentangan, dimana aku lebih menyukai dan 100% lebih condong ke jurusan bahasa inggris karena sejak umur 5 tahun aku sudah senang sama international languange yang satu ini, tapi mamah punya suara lain dimana beliau lebih menyukai jurusan matematika yang menurutnya akan membawa ku kemudahan. Itu semua perjalanan ku dalam memilih jurusan ini, begitu sangat sangat dan sangat matangnya aku memilih jurusan ini. Bismilah saya putuskan untuk memilih jurusan ini, dan alhamdulilah pada pilihan pertama ini pada jalur PMDK di kabulkan oleh Untirta. Sungguh bersyukur saya dapat di terima di kampus ini, meskipun terbilang Untirta adalah sebuah kampus yang kecil dan sederhana. Tapi tidak apa, niat saya sekolah disini bukan untuk bergaya-gaya style modern or another tapi disini aku berniat natural hanya untuk belajar dan meningkatkan my quality languange. Tepat di tahun 2011 aku masuk kampus Untirta dan langsung disambut oleh acara BEM yang mengharuskan mahasiswa baru mengikuti OSPEK PEDKA dari jajaran ospek universitas-ospek jurusan. Mau di apain lagi, mahasiswa hanya bisa mengikuti, toh masih belum ngerti apa.apa.
Foto-foto Ospek Universitas
Berikut adalah beberapa hasil jepretan setelah pulang ospek universitas, dimana waktu ospek dua tahun yang lalu, ospek dilaksanakan pada bulan romadhon, itu bener-bener kerasa deh yang namanya puasa. Dilarang keras buat makan dan minum meskipun haus dan lapar melanda. Jadi, ospek waktu itu aku harus start di terminal pakupatan tepat setelah subuh, pokoknya jam setengah 5 aku harus udah on the way to terminal pakupatan, itu amazing banget deh soalnya malem pun aku gabisa tidur bahkan aku ga tidur selama ospek, karena jadwal malam pun dipakai dengan bekerja membuat peralatan ospek. jadi, saat saur pun aku harus segera saur dan cepat-cepat berangkat untuk bersiap-siap masuk kampus pada jam 6. Aku harus sigap dah cepat mempersiapkan kegiatan ospek ini, sebab namanya juga MABA, segala sesuatunya tidak tahu dan kita pun di takut-takuti untuk tidak mencari masalah dengan komisi disiplin (komdis). Ternyata emang bener, segala tingkah, pola maupun perkataan para komdis itu sangat dan sangat menunjukan bahwa dirinya seorang yang patut di takuti. Tapi santai ajah aku mah, kalo dia berani macem-macem sama diriku tanpa diri ku ini membuat kesalahan, aku akan segera bertindak, tapi kalau komdis tersebut tidak bermacam-macam atau tidak memara-marahi ku, it's no problem for me.

Nah, ini dia foto-foto kala ospek fakultas di hari ke-3 dan ke-4. Yang di sebelah kiri kita harus berpakaian serba batik yang harus di gunakan di hari ke-3 dan yang di sebelah kanan itu pakaian adat badui yang berpakaian serba hitam-hitam, mulai dari kepala sampai ujung kaki, diriku diharuskan berpakaian warna gelap dan acessories tas pun harus terbuat dari sarung yangn di buntel layaknya seorang pengembara.
Kenalin nih, ini dia namanya Tria lestari. Dia salah satu orang yang paling dekat saat pertama masuk kuliah. Jadi, pertemuan aku sama dia itu saat pertama kali memasuki gerbang untirta. Waktu itu kita sama-sama lagi ngantri ngambil almet. haha ga di sengaja kita ketemu dan langsung berkenalan. Yaudah deh secara ga langsung kedekatan kita terjalin, seiring waktu berjalan kedekatan kita semakin dekat, waktu ospek dia bersedia membuka lapak untuk aku singgahi selama ospek berlangsung dan itu merupakan pengalaman yang pertama kali jauh dari mamah, tidur di tempat yang jauh dari yang biasanya tapi pengalaman ini membuat diriku belajar dari sebuah kemandirian. Belajar untuk tetap bertahan dalam kesendirian dan terus berjuang dalam menuntut ilmu. For me, the experience was a lesson without a teacher.

