bird

1/12/2013

Arti sebuah kecantikan




      Menjadi cantik, siapa sih cewek yang tidak mau menjadi cantik... Setiap wanita selalu berharap diberikan kecantikan yang sempurna oleh sang pencipta. Dengan kecantikan membuat setiap wanita menjadi perhatian orang-orang di sekitarnya, terkenal, dan bangga dengan dirinya sendiri. Apalagi sekarang setiap laki-laki mendambakan perempuan yang cantik lagi ayu. Yang menjadi pertanyaan, apakah menjadi cantik selalu di ukur dengan keindahan lahiriah saja? Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda-beda dan itu kembali lagi pada sejauh mana seseorang menilai tentang arti sebuah kecantikan itu sendiri. Paling sering kita mendengar istilah inner beauty atau yang artinya kecantikan yang berasal dari dalam. Sudah jelas bahwa kecantikan bukan hanya melihat secantik apa wajah kita, seindah apa tubuh kita, tapi kecantikan dari dalam dapat mengantisipasi atau bahkan dapat mengubah pandangan orang (presepsi) tentang sisi terburuk yang kita miliki. Sebagai contoh kita bisa mengambil teladan dari model beken indonesia Lulu Dewayanti. Wajahnya tidak begitu cantik, tapi percaya dirinya yang kuat membuat pribadinya menjadi begitu menarik. Dia sukses di dunia model bukan karena mengandalkan wajah cantik melainkan berusaha mencapainya dengan percaya diri. Dan kita ketahui bahwa percaya diri merupakan suatu inner beauty.
   Membandingkan diri kita dengan seorang model... Wah sangat jauh sekali. Mereka selalu terlihat cantik di setiap waktu di suasana apa pun, sedangkan diri kita.. Mengapa selalu merasa jelek di bandingkan orang lain. Ubahlah pemikiran atau mindset itu dalam diri kita karena bahwasannya tidak ada satu pun makhluk tuhan yang diciptakan jelek... Semuanya sama cantik, tergantung dari cara kita memandangnya. Okelah dari sudut lahiriyah seorang model memiliki wajah yang cantik, tapi dari lubuk hati kita yang paling dalam kita adalah wanita yang paling cantik. Bentuk lah kecantikan dengan apa yang kamu punya, kalau pun kamu merasa diri kamu tidak cantik, tapi mencoba buat lah diri kamu menjadi lebih cantik dengan cara memadu-padankan busana, menata diri kamu sebaik mungkin dan menjadilah wanita yang menyenangkan bagi setiap orang yang ada disekelilingmu.
  Jangan menilai kecantikan dari keindahan lahiriah saja, ubahlah pola pikir kita tentang arti kecantikan yang sesungguhnya. Sekali lagi ubahlah pola pikir kita. karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir kita cantik maka suatu kekuatan akan membuat kita lebih cantik, entah dengan suatu keadaan atau dandannan kita saat itu. Begitu juga sebaliknnya. Kecantikan tidak dapat dinilai dari satu sudut pandang saja melainkan dari berbagai segi yang saling mendukung satu sama lainnya. Kecantikan adalah perpaduan dari keindahan lahiriah dan keindahan batiniah, keindahan lahiriah tanpa keindahan batiniah akan terasa hambar tetapi keindahan batiniah akan memancarkan keindahan lahiriah. Kecantikan lahiriah akan terasa hambar jika tidak diseimbangi oleh kecantikan batiniah.
  Membandingkan diri kita dengan seorang model... Wah sangat jauh sekali. Mereka selalu terlihat cantik di setiap waktu di suasana apa pun, sedangkan diri kita.. Mengapa selalu merasa jelek di bandingkan orang lain. Ubahlah pemikiran atau mindset itu dalam diri kita karena bahwasannya tidak ada satu pun makhluk tuhan yang diciptakan jelek... Semuanya sama cantik, tergantung dari cara kita memandangnya. Okelah dari sudut lahiriyah seorang model memiliki wajah yang cantik, tapi dari lubuk hati kita yang paling dalam kita adalah wanita yang paling cantik. Bentuk lah kecantikan dengan apa yang kamu punya, kalau pun kamu merasa diri kamu tidak cantik, tapi mencoba buat lah diri kamu menjadi lebih cantik dengan cara memadu-padankan busana, menata diri kamu sebaik mungkin dan menjadilah wanita yang menyenangkan bagi setiap orang yang ada disekelilingmu.
  Jangan menilai kecantikan dari keindahan lahiriah saja, ubahlah pola pikir kita tentang arti kecantikan yang sesungguhnya. Sekali lagi ubahlah pola pikir kita. karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir kita cantik maka suatu kekuatan akan membuat kita lebih cantik, entah dengan suatu keadaan atau dandannan kita saat itu. Begitu juga sebaliknnya. Kecantikan tidak dapat dinilai dari satu sudut pandang saja melainkan dari berbagai segi yang saling mendukung satu sama lainnya. Kecantikan adalah perpaduan dari keindahan lahiriah dan keindahan batiniah, keindahan lahiriah tanpa keindahan batiniah akan terasa hambar tetapi keindahan batiniah akan memancarkan keindahan lahiriah. Kecantikan lahiriah akan terasa hambar jika tidak diseimbangi oleh kecantikan batiniah.




1/11/2013

Morphology subject


   Morphology adalah salah satu mata kuliah gue di semester 3 ini. jadi, didalemmorphology ini kita akan menguak abis asal muasal dari structure kata berasal. Awalnya rada ngejelimet dapet mata kuliah ini, soalny apas semester 1 serada masih bingung waktu dikasih mata kuliah Introduction to linguistic karena di dalam bukunya pun ga menguak jelas apa isi materinya melainkan hanya sebagian kecil dan hanya bagian-bagian terpentingnya saja yang terdapat di buku tersebut, jadi gue yang baru jadi mahasiswa baru, saat semester 2 lalu sempet bingung dan belum mengerti sepenuhnya. tapi sekarang alhamdulilah sudah jelas, bersyukur dapet dosen yang seperti beliau. Dia bernama Mr. David. Salah satu ciri khas beliau adalah, perawakan yang kurus tinggi, badannya terlihat slim lah yah dan salah satu ciri-ciri yang sangat khas dari dirinya adalah belahan rambutnya yang wow.  Jadi dia itu punya belahan rambut yang memikat sebagian besar mahasiswanya hingga sering jadi bahan cadaan kita semua. Terlebih kalo suatu hari belahan rambut beliau berpindah posisi menjadi kesamping karena sebenarnya posisi belahan rambut beliau berada di tengah. haha sungguh sangat karismatik dosen gue yang satu ini.

   Disini gue akan menguak serta mengobrak-abrik sebagian kecil yang ada di materi morphology selama semester 3 ini. Struktur pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan kroni-kroninya, mempermainkannya seperti seorang matematikawan berlevel genius asyik berkutat dengan angka-angka.
   Gue senang banget mengutak-atik struktur kata baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.Tiap kali menemukan, teringat, atau tertarik pada suatu kata, segera gue bongkar kata tersebut sampai menemukan root-nya. Tak sampai di situ, gue jelajahi lagi, gue cari tahu kelas katanya, dan mencoba mengombinasikannya dengan imbuhan-imbuhan sehingga membentuk kelas kata yang lain. Kemudian gue bongkar-pasang imbuhannya dengan hanya memberikan awalan saja, lalu mengembalikan ke dalam bentuk dasarnya dan diberi akhiran saja, kemudian diberi kedua-duanya, dan mencari tambahan imbalan lain jika masih mungkin. Gue lakukan hal ini baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Saat itu sebuah kata muncul ke permukaan pikiran gue, "nasional". Gue pikirkan tentang asal mula kata tersebut. "Nasional" merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, national. Gue meyakini, biasanya kata-kata dalam bahasa Inggris yang diakhiri dengan bunyi al adalah kata sifat. Suara al tersebut gue yakini adalah sebuah akhiran (-al) yang berfungsi membentuk kata sifat. Sebelum menjadi kata sifat, tentu kata tersebut bukanlah kata sifat. Gue coba menghilangkan akhiran-al dalam kata tersebut, sehingga hanya menjadi nation. Nation berarti bangsa. Benar dugaan gue. Kata nation tersebut memiliki kelas kata benda (nomina), atau dalam bahasa Inggris kita menyebutnya noun.

Berarti rumusnya: nation (noun) + (-al) = national (adj)
Lihat lagi: profession (noun) + (-al) = professional (adj)
Colony (noun) + (-al) = colonial (adj)
Controversy (noun) + (-al) = controversial (adj)

Berarti, kata national, professional, colonial, controversial, dan sebagainya merupakan kata sifat yang dibentuk karena mendapat akhiran (suffix) (-al). 
   Kata dasar nation bisa diubah-ubah menjadi national, internasional, nationality, nationalism, dan internationalism. Kata profesi bisa diberi suffix-al sehingga menjadi professional. Kata tersebut pun bisa dipersingkat menjadi profess (1 menyatakan; 2 mengakui), meskipun artinya tak sama. Profess bisa menjadi kata professed (terkenal, dikenal), professor (profesor), profesi (profesi). Dari kata professor yang kelasnya adalah kata benda (noun), kita bisa membentuk kata sifat, professorial (sebagai profesor, bersifat profesor) dan kata benda professorship (keprofesoran / jabatan profesor).
Mengasyikkan, bukan? That s an example how I learn English. Begitulah cara gue belajar bahasa Inggris.Yang gue lakukan hanyalah merenung, berpikir, dan berpikir lagi. Di mana pun dan kapan pun gue teringat sesuatu yang terkait dengan bahasa, gue langsung memikirkannya. Di kamar mandi, WC, kamar tidur, pada waktu makan, saat berada di kampus, pokoknya di mana pun gue berada, kapan pun itu, otak gue pasti gue putar untuk hal itu.
   Terkadang gue tergelitik pada sebuah kata yang belum gue ketahui arti dan kelas katanya. Saat itu terjadi, rasanya seperti sastrawan yang dapat ide tapi terhalang untuk menulis. Rasanya tak enak. Bingung tak karuan. Gue menemukannya dalam kamus, dan bila tak ada kamus yang gue temukan, gue memilih untuk berpikir sendiri, membuat asumsi sendiri, baru nantinya gue cocokkan dengan kamus. Tapi ketika kata yang gue temukan benar-benar tak dapat dipikir sendiri dan benar-benar membutuhkan kamus, sedangkan tak satu kamus pun kutemui, ah, tidak .... Rasanya ingin menjerit. Bahkan, efek buruknya, gue jadi kehilangan ketertarikan pada kata tersebut.

I really love this one international language



   Aku adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas negeri di kota serang. Namanya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, atau biasa disebut UNTIRTA. Aku belajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Awalnya aku memang ingin menjadi guru mata pelajaran bahasa Inggris, tapi tak menutup kemungkinan keinginanku melebihi hal itu. Aku pun tak menutup diri untuk menjadi dosen, duta besar, diplomat atau apa pun, sepanjang hal tersebut berkaitan dengan apa yang kutekuni saat ini, suatu hal yang amat kucintai, kukagumi, dan membuatku menemukan diriku: bahasa Inggris. 
Aku memang suka sekali bahasa Inggris. Kulihat bangsa kulit putih di televisi berbicara satu sama lain dengan ungkapan-ungkapan unik mereka, how interesting! 
   Aku ingin sekali menguasai bahasa Inggris lahir-batin - dalam segala aspek. Aku ingin menguasai bahasa Inggris secara profesional maupun scientific. Aku ingin bisa memiliki kemampuan bahasa Inggris untuk jadi seorang steward, broadcaster, receptionist, tour guide, airline staff, sampai medical profession. Aku ingin menguasai segala aspek dalam bahasa internasional itu mulai dari listening, speaking, reading, writing, bahkan rumus-rumus grammar yang paling sulit. Ingin kukuasai seluruhnya, sampai sedetail mungkin. Aku ingin menceburi satuan-satuan bahasa dari yang terkecil sampai terbesar. Dari yang paling kecil, yaitu morfem, suku kata, kata, frasa, klausa, kalimat, hingga paragraf. Sumpah demi apapun, this languange always in my heart.


1/10/2013

Menjadi seorang mahasiswi


Heii reader,,, untuk postingan pertama ini aku akan mendescripsikan mengenai diri ku yang baru menjadi newbie, bisa di bilang (MABA) Mahasiswa Baru. Jadi, tepat pada dua tahun yang lalu di 2011, aku baru saja lulus tingkat Sekolah Menengah Atas dari sekolah negeri yang terdapat di daerah ku, sekolah ku ini terbilang favorit makanya kenapa aku putuskan untuk melanjutkan ke jenjang menengah ke sekolah tersebut. Dulu sekolah ku bernama SMAN 1 BALARAJA tapi karena perubahan nama di ganti menjadi SMAN 1 KAB. TANGERANG. Letak lokasinya pun tidak strategis sekali karena bertempat di daerah terminal, yaitu terminal balaraja. Letak yang tidak strategis itu tidak mengurungkan niat ku menuntut ilmu disana, karena niat ku bersekolah adalah mencari ilmu demi mudahnya mengakseskan diriku sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. sempat pesimis untuk mendaftar ke sekolah tersebut karena saat aku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama, SMA NEBAL ini menjadi sorotan para siswa karena terbilang favorit, untuk masuk sekolah tersebut saja kita harus siap bersibuk-sibuk ria, berajin-rajin ria untuk siap dan sigap mengerjakan seabrek tugas. Para siswa yang masuk sana pun sebagian besar adalah seorang siswa yang di anggap pintar, namun hatiku selalu tertuju ke sekolah tersebut, karena saya mempunyai banyak harapan untuk sekolah disana dan melanjutkan prestasi ku di tingkat menengah. Saat SMP saya selalu masuk 3 besar peringkat di kelas tapi pernah juga turun. Saat aku duduk kelas VII SMP, tidak disangka aku mendapatkan peringkat 2 di semester 1 dan 2. Saat kelas VIII aku mendapat peringkat 3 di semester pertama tapi kemudian turun di semester 2 menjadi peringkat 4. Naik turun ranking terkadang membuat ku merasa gentar, panas dan penasaran dengan memasang tanda tanya besar kepada diriku, mengapa mengapa dan mengapa peringkat ku bisa turun, sempat terbesit diriku ingin sekali mencicipi peringkat 1, tapi begitu sulitnya di raih. Kemudian dari rasa risau di kelas VIII, ambisi belajar ku menjadi tepacu bahkan sangat terpacu karena aku tidak mau peringkat ku keluar dari 3 besar teratas, dari kejadian lalu aku begitu keras belajar untuk meningkatkan peringkat ku mendapat tempat teristimewa di tiga besar teratas, walhasil dari kerja keras ku, saat aku kelas IX, aku berhasil menduduki peringkat 3 di semester 1, namun saat semester 2, ini merupakan kenangan yang sangat menyedihkan karena peringkat ku sangat sangat dan sangat anjlok sekali, wew sangat amazing deh pokoknya, gaya diriku yang senga' saat kelas IX dijelaskan pada nilai-nilai ku yang sangat jatoh. Di semester 2 ini, peringkatku turuuunnn banget, coba bayangkan saja, peringkat ku dari ke-3 menjadi ke-9. Ini merupakan kado terburuk ku di akhir tingkat pertama ini. Sempat terbesit, bagaimana nilai ujian nasional ku kalau hasil akhir belajar ku demikian. yah tapi aku berdoa saja, semoga lulus dan mendapat hasil yang maksimal. Nah, dari pengalaman tersebut aku sangat terpacu untuk bersekolah di tingkat menengah yang di bilang kumpulan anak-anak pinter, kalau bisa di bilang aku mempunyai sejuta balas dendam dari hasil akhir di kelas IX lalu. Oleh karena itu, aku putuskan untuk masuk ke Sekolah Menengah Atas di NEBAL. Tiga tahun berlalu, dan ini merupakan saat-saat dimana aku merasa galau, berdiri diatas beberapa pilihan yang membuat aku pusing karena aku ga boleh salah melangkah dalam memilih jurusan kuliah. Awalnya aku berinisiatif untuk mengambil jurusan seni tari di IKJ atau Universitas di Jogja, tapi apalah daya, keinginanku di patahkan oleh kedua orang tua ku yan gbagi mereka kalau aku hanya menjadi seorang penari, pekerjaan tersebut tidak akan membawa kesejahteraan di masa depan, yah namanya juga mamah lebih menyukai dan mengharuskan aku ambil jurusan pendidikan, yasudahlah aku mengambil jurusan tersebut. Tapi, lagi-lagi galau karena ada 2 jurusan yang harus aku pilih, dan lagi-lagi keinginan mamah dan aku selalu bertentangan, dimana aku lebih menyukai dan 100% lebih condong ke jurusan bahasa inggris karena sejak umur 5 tahun aku sudah senang sama international languange yang satu ini, tapi mamah punya suara lain dimana beliau lebih menyukai jurusan matematika yang menurutnya akan membawa ku kemudahan. Itu semua perjalanan ku dalam memilih jurusan ini, begitu sangat sangat dan sangat matangnya aku memilih jurusan ini. Bismilah saya putuskan untuk memilih jurusan ini, dan alhamdulilah pada pilihan pertama ini pada jalur PMDK di kabulkan oleh Untirta. Sungguh bersyukur saya dapat di terima di kampus ini, meskipun terbilang Untirta adalah sebuah kampus yang kecil dan sederhana. Tapi tidak apa, niat saya sekolah disini bukan untuk bergaya-gaya style modern or another tapi disini aku berniat natural hanya untuk belajar dan meningkatkan my quality languange. Tepat di tahun 2011 aku masuk kampus Untirta dan langsung disambut oleh acara BEM yang mengharuskan mahasiswa baru mengikuti OSPEK PEDKA dari jajaran ospek universitas-ospek jurusan. Mau di apain lagi, mahasiswa hanya bisa mengikuti, toh masih belum ngerti apa.apa.

                    

                
        

                         Foto-foto Ospek Universitas

Berikut adalah beberapa hasil jepretan setelah pulang ospek universitas, dimana waktu ospek dua tahun yang lalu, ospek dilaksanakan pada bulan romadhon, itu bener-bener kerasa deh yang namanya puasa. Dilarang keras buat makan dan minum meskipun haus dan lapar melanda. Jadi, ospek waktu itu aku harus start di terminal pakupatan tepat setelah subuh, pokoknya jam setengah 5 aku harus udah on the way to terminal pakupatan, itu amazing banget deh soalnya malem pun aku gabisa tidur bahkan aku ga tidur selama ospek, karena jadwal malam pun dipakai dengan bekerja membuat peralatan ospek. jadi, saat saur pun aku harus segera saur dan cepat-cepat berangkat untuk bersiap-siap masuk kampus pada jam 6. Aku harus sigap dah cepat mempersiapkan kegiatan ospek ini, sebab namanya juga MABA, segala sesuatunya tidak tahu dan kita pun di takut-takuti untuk tidak mencari masalah dengan komisi disiplin (komdis). Ternyata emang bener, segala tingkah, pola maupun perkataan para komdis itu sangat dan sangat menunjukan bahwa dirinya seorang yang patut di takuti. Tapi santai ajah aku mah, kalo dia berani macem-macem sama diriku tanpa diri ku ini membuat kesalahan, aku akan segera bertindak, tapi kalau komdis tersebut tidak bermacam-macam atau tidak memara-marahi ku, it's no problem for me.


 

Nah, ini dia foto-foto kala ospek fakultas di hari ke-3 dan ke-4. Yang di sebelah kiri kita harus berpakaian serba batik yang harus di gunakan di hari ke-3 dan yang di sebelah kanan itu pakaian adat badui yang berpakaian serba hitam-hitam, mulai dari kepala sampai ujung kaki, diriku diharuskan berpakaian warna gelap dan acessories tas pun harus terbuat dari sarung yangn di buntel layaknya seorang pengembara.






Kenalin nih, ini dia namanya Tria lestari. Dia salah satu orang yang paling dekat saat pertama masuk kuliah. Jadi, pertemuan aku sama dia itu saat pertama kali memasuki gerbang untirta. Waktu itu kita sama-sama lagi ngantri ngambil almet. haha ga di sengaja kita ketemu dan langsung berkenalan. Yaudah deh secara ga langsung kedekatan kita terjalin, seiring waktu berjalan kedekatan kita semakin dekat, waktu ospek dia bersedia membuka lapak untuk aku singgahi selama ospek berlangsung dan itu merupakan pengalaman yang pertama kali jauh dari mamah, tidur di tempat yang jauh dari yang biasanya tapi pengalaman ini membuat diriku belajar dari sebuah kemandirian. Belajar untuk tetap bertahan dalam kesendirian dan terus berjuang dalam menuntut ilmu. For me, the experience was a lesson without a teacher.